Tragis dialami mahasiswi semester 3 Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang jurusan FKIP Bahasa Inggris, Nurul Islamiati, 20, warga Jalan Ratu Sianum, Lorong H Umar, No 681, RT 19/04, Kelurahan 1 Ilir. Nurul ditemukan bersimbah darah dengan luka gorokan senjata tajam di bagian leher hingga nyaris putus. Tubuhnya terlentang di kamar lantai dua rumah Jalan Ratu Sianum, Lorong H Umar, No 689, RT 19/04, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan IT II, Minggu kemarin sekitar pukul 09.15 WIB. Korban tewas di rumah Heri, yang juga merupakan tetangganya. Kejadian ini mendadak membuat warga sekitar menjadi heboh dan melaporkan ke Polsek IT II Palembang. Petugas langsungmenujuke TKP untuk mengambil jasad korban, kemudian langsung membawa jenazah korban ke Kamar Mayat RSMH Palembang untuk divisum.
Diketahui korban tewas akibat luka gorokan di leher hingga kedalaman seperempat lehernya dan luka sayatan di pipi kanannya. Polisi yang melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan buktibukti, akhirnya langsung mengamankan Angga,18,anak dari pemilik rumah ke Polsek IT II. Pelajar kelas 2 SMAN 7 Merah Mata ini diduga kuat menghabisi nyawa korban karena pada saat kejadian berada di dalam rumah bersama korban. Bahkan korban datang ke rumah tersebut lantaran ditelpon Angga. Dugaan ini pula diperkuat oleh keterangan ibu korban, Eni Miranti, 57, kepada Polisi saat dimintai keterangannya.
Menurut pensiunan PNS ini, korban Nurul Islamiati (anaknya) sekitar pukul 09.00 WIB meminta izin kepadanya untuk ke rumah Angga untuk menemui Angga. Karena korban sudah ditelpon berkali-kali oleh Angga, dengan alasan disuruh orangtuanya Angga. Lalu, ibu korban mengizinkan korban menemui Angga di rumahnya sekitar pukul 09.15 WIB.Namun, karena sudah cukup lama sekitar 30 menit belum pulang membuat ibunya gelisah. Lalu, lantaran memang rumahnya berdekatan ibu korban mencoba melihat ke arah rumah Angga. Saat itu terlihat oleh ibu korban bahwa Angga sedang membawa golok dan baju bercak darah sambil berlari ke arah samping rumahnya.
Ibu korban yang merasa anaknya ada di rumah Angga, langsung menuju kerumah Angga. Sesampainya di rumah tersebut di lantai dua, anaknya sudah terkapar dengan luka gorok di leher. Setelah dimintai keterangan dan diinterograsi langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Frido Situmorang, Kanit Pidum AKP Antoni Adhi, dan Kapolsek IT II Kompol M Nuzuar di ruang Kapolsek, akhirnya Angga mengakui sudah membunuh korban. Untuk melengkapi bukti atas keterangan dan pengakuan Angga, sore kemarin Jajaran Polsek IT II langsung melakukan pra rekontruksi di tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi melakukan pengamanan ketat di sekitar rumah TKP, lantaran antusias warga yang ingin melihat pra rekontruksi tersebut. Kapolresta Palembang Kombes Pol Agus Sulistiyono melalui Kapolsek IT II, Kompol M Nuzuar saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengamanan terhadap Angga. Setelah diperiksa Angga langsung mengakui membunuh korban. Motifnya diduga karena cemburu dengan korban. “Tersangka ini menaruh hati (naksir) dengan korban dan korban sendiri sudah mempunyai pacar. Korban juga sering curhat dengan pacarnya bahwa tersangka menaruh hati kepadanya.
Untuk sementara motifnya kecemburuan, namun masih dikembangkan lagi,”ujar Nuzuar. Ditanya apakah ada dugaan pemerkosaan, Nuzuar mengatakan, pihaknya belum ada ke arah sana. Angga diamankan lantaran yang bersangkutan saat kejadian berduaan dengan korban di dalam rumah. “Korban ditemukan terlentang dengan luka gorokan di leher hanya tinggal seperempat, kita sudah amankan barang bukti awalnya, berupa potongan kuku, celana dalam, kaos dalam, potongan kayu, dan pisau jenis dapur bergagang hitam,”jelasnya.
Menurut Nuzuar, sebelum korban tewas digorok menggunakan pisau, pelaku menghabisi korban dengan memukul menggunakan kayu. Setelah korban tidak bernyawa lalu,digorok diduga untuk menghilangkan jejak. Termasuk pakaian yang dikenakan saat membunuh sudah terlebih dulu dicuci. “Pelaku juga sempat keluar rumah berteriak bahwa ada orang masuk ke rumahnya dan merampok,”bebernya. Informasi yang dihimpun, pada saat kejadian korban datang ke rumah tersangka karena ditelpon tersangka.
Diduga saat di rumah tersebut, korban dan tersangka terjadi cekcok mulut dan tersangka menghabisi korban, dengan memukul menggunakan kayu. Diduga tersangka bingung harus bagaimana, lalu tersangka mengambil pisau dapur dan menggorok leher korban. dengan alibi di otaknya tersangka berpura- pura keluar rumah dan meminta tolong warga seakanakan rumahnya dimasuki rampok. Bahkan, tersangka mengaku tangannya kiri luka akibat sayatan senjata perampok. Korban sendiri dibunuh oleh perampok. Sebelumnya, tersangka juga sudah mengganti pakaian dulu, karena pakaian yang dikenakan saat membunuh sudah berlumuran darah.
Menurut keterangan tetangga tersangka, selama ini tersangka dikenal sebagai anak pendiam dan hanya keluar rumah saat pergi sekolah. Tersangka juga diketahui menjual pulsa di rumahnya. Sedangkan korban dikenal warga, anaknya baik dan rajin salat.“Anaknya biasa saja,baik dan hanya keluar rumah terlihat pergi kuliah. Anaknya rajin salat,”ungkapnya. Sementara itu, Lena, teman kuliah korban, mengatakan, korban dikenal baik dan rajin ibadah. Ditemui di rumahnya, ibu korban, Eni Miranti terlihat sedih dan mengaku tidak menyangka kalau anaknya akan meninggal secara tragis.Tidak ada firasat sebelumnya kalau anaknya akan pergi dengan cepat.
“Memang beberapa hari ini anak saya terlihat aneh. Semalam sebelum kejadian anak saya tersebut menciumi pipi kiri dan kanan saya. Memang kadang begitu tetapi jarang sekali,”jelasnya. Eni menjelaskan, sebelum pergi, anaknya sempat memakai baju dan berganti sampai dua kali. Dia bertanya apakah pakaian yang dikenakan sudah cocok.“Saya ingin pelaku dihukum dengan setimpal perbuatannya, saya serahkan kepada Polisi,” katanya mengenang anak ke 2 dari 2 bersaudara. Terpisah, Kriminolog Sumsel Sri Sulastri SH Mhum mengatakan, peristiwa ini sangatlah sadis.
Menurut Sri, peristiwa sadis ini juga disebabkan keterbukaan informasi saat ini yang tidak diikuti dengan penguatan mental dan moralitas. Jadi seringkali seseorang menyelesaikan masalah dengan cara singkat. Demikian catatan online Leak yang berjudul Universitas Indo Global Mandiri.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar