Pengusaha roti dan perajin mi mengikuti pelatihan di Bandung, Desember lalu. Sektor usaha mikro dan kecil mempunyai kontribusi cukup besar dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Namun belum banyak pihak yang secara konsisten, sistematis, dan serius membina para pengusaha mikro dan kecil supaya dapat terus berkembang.
Padahal, kalau dibina, kreativitas pengusaha kecil dapat lebih meningkat, sehingga produktivitas perekonomian nasional pun lebih cepat tumbuh. Sampai sekarang hanya sedikit pihak yang memiliki perhatian bagi pengembangan sektor tersebut.
Bank Mandiri sangat menyadari begitu pentingnya peranan usaha mikro dan kecil yang telah terbukti mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi serta dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bank Mandiri memahami, dalam pengembangan usaha mikro dan kecil, selain faktor permodalan, terdapat faktor produksi utama lain yang perlu ditingkatkan,yakni kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi. Untuk itu Bank Mandiri terus berkomitmen mengembangkan sektor usaha mikro dan kecil. Selain dukungan permodalan untuk pengembangan usaha, Bank Mandiri juga secara berkelanjutan menyelenggarakan program edukasi kepada usaha mikro dan kecil di sekitar lingkungan Bank Mandiri.
Tardi, Senior Vice President Micro Business Development Group Bank Mandiri,menjelaskan program edukasi tersebut tidak semata berisi ceramah motivasi untuk meningkatkan semangat dan inovasi kewirausahaan, tapi juga dilengkapi materi perencanaan keuangan sederhana, cara meningkatkan daya saing pasar, dan berbagi pengalaman dengan usahawan mikro yang berhasil. “Dukungan Bank Mandiri kepada sektor UMKM tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penyediaan dana dan jasa keuangan terintegrasi,tapi juga pembinaan untuk peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia) dan kelembagaan usaha mikro.
Sharing pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola usaha diharapkan dapat memacu usaha mikro untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya,”tutur Tardi. Rangkaian program pelatihan itu telah dimulai sejak 2008 dan terus ditingkatkan hingga 2010. Program edukasi selama 2010 diselenggarakan di 28 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Solo,Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin,Mataram, Makasar dan kota lainnya. Peserta yang mengikuti program tersebut meliputi lebih dari 1.200 usaha mikro dan kecil di sekitar lingkungan Bank Mandiri.
Sebagai penutupan pelaksanaan program diselenggarakan bagi pedagang mi dan roti di Solo, Kamis (2/12/2010). Lilik, salah seorang peserta program edukasi usaha mikro angkatan tahun sebelumnya, mengungkapkan rasa beruntungnya dapat bergabung dalam program tersebut. Selain memperoleh dana pinjaman untuk memperbesar usaha, dia juga mendapat pembinaan dalam bentuk pelatihan dan bimbingan, antara lain dalam pembukuan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik serta strategi mengelola usaha agar lebih maju dan berkembang.
Dari pembinaan tersebut Lilik mampu menjabarkan tiga pilar kunci kesuksesan usahanya: citra usaha, kepercayaan dari konsumen, dan komitmen terhadap pihak ketiga seperti bank yang memberikan pinjaman. “Di masa mendatang saya ingin membuka toko lagi di tempat lain. Tidak perlu yang besar,karena menurut saya lebih baik kecil tapi banyak daripada besar tapi hanya satu,” kata Lilik yang saat ini memiliki lebih dari tiga toko yang menjual jamu dan obat-obatan.
Komitmen Bank Mandiri
Pelaksanaan program edukasi ini merupakan komitmen pengembangan bisnis Bank Mandiri di segmen mikro yang diluncurkan sejak 2005. Seperti ditunjukkan pengalaman, semakin berkembang usaha mikro, semakin besar kontribusi usaha mikro turut menggerakkan perputaran roda ekonomi dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang saat ini telah mencapai 10 juta, dari 110 juta penduduk usia produktif. Dalam program ini Bank Mandiri sekaligus mewujudkan fungsi intermediasi perbankan di sektor riil, khususnya usaha mikro. Hingga akhir September 2010, kredit yang telah disalurkan di segmen mikro sebesar Rp6,5 triliun, tumbuh year on year (yoy) sebesar Rp1,4 triliun atau 29% dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5 triliun.
Kredit tersebut disalurkan kepada lebih dari 520.000 usaha di berbagai jenis usaha mikro, antara lain usaha kelontong, sembako,warung makan,pedagang pakaian, bengkel, rumah kos, dan perkebunan (sawit). Nilai ini termasuk kredit mikro yang disalurkan melalui linkagekepada BPR. Hingga akhir 2009 tercatat sudah terdapat 965 unit Mandiri Mitra Usaha, terdiri atas 800 unit layanan dan 165 unit berstatus kantor fungsional, yang rata-rata lokasinya berada di wilayah pasar. Menurut rencana, layanan mikro Bank Mandiri akan terus ditingkatkan untuk memudahkan nasabah mendapatkan dukungan pinjaman pengembangan usaha sekaligus melakukan transaksi perbankan.
Selama 2010, dilaksanakan pembukaan 548 unit Mandiri Mitra Usaha, terdiri atas 200 unit berstatus kantor cabang pembantu (KCP) dan 478 unit berstatus kantor fungsional (KF).Total jaringan layanan Bank Mandiri melayani usaha mikro menjadi 1.478 unit yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dengan program ini diharapkan lebih banyak pengusaha mikro dan kecil yang dapat mengembangkan usaha mereka agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud lebih nyata.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar