OREN dilahirkan sebagai keturunan Indian Onondaga, New York, Amerika Serikat (AS). Selain di AS, beberapa komunitas suku Onondaga lain menetap di Ontario, Kanada. Oren tumbuh menjadi pemuda yang kuat. Sejak remaja,dia aktif menjelajahi gunung, mulai dari AS, Kanada hingga Selandia Baru. Penampilannya seperti lelaki Indian pada umumnya.Rambut dibiarkan panjang melebihi bahu, bola mata kecokelat-cokelatan serta beberapa kalung melingkari lehernya.
Raut mukanya tegas, sama tegas dengan gaya bicaranya, menurut informasi yang diterima Leak. Dia bukan model lelaki yang gampang melunak, terlebih jika bersinggungan dengan persoalan lingkungan hidup. Hutan adalah teman baik Oren, bahkan sejak dia mulai bisa bicara. Dia tidak ragu untuk menegur anak-anak yang mengotori hutan dengan sampah makanan dan plastik. Anak-anak Indian Onondaga menurut. Tidak ada yang berani membantah Oren. Mereka cepat mengerti bahwa teguran Oren punya maksud baik.
Bagi Oren, menjaga hutan sama artinya dengan melestarikan tradisi. Ini bukan lagi tradisi kelompok, melainkan tradisi global, tandasnya. Dia ingin masyarakat tidak hanya mengenal nama hutan, gunung, laut, danau, dan lainnya. Oren berharap,manusia bisa melakukan sesuatu untuk melestarikan lingkungan. Dia lantas membentuk sebuah perkumpulan di kawasan New York barat.
Untuk memantapkan rencananya, dia mengajak beberapa suku kecil Indian di New York seperti Seneca, Cayuga, Oneida,Mohawk, Tuscarora. Oren senang karena mereka menanggapi ajakan dengan serius. Oren bagai orang yang memperoleh dua keuntungan. Pertama, dia mendapat banyak dukungan demi pelestarian lingkungan. Kedua, persatuan antara suku-suku kecil Indian di New York bakal menguat.
Mengapa? Karena ada pertemuan. Ketika bertemu, mereka akan berkenalan dan bercerita satu sama lain.Diskusi tentang lingkungan hidup berlangsung sesuai harapan Oren.Beberapa kali mereka meretas ilalang serta membersihkan sampah di kawasan taman nasional dekat perkampungan Indian. Beberapa pengunjung taman nasional melihat aksi kaum Indian dengan kekaguman.
Siapa pemimpin gerakan ini? seorang bertanya. Kaum Indian menunjuk Oren.Kendati tak suka disebut pemimpin, Oren akhirnya maju juga. Wisatawan terkesan dengan cara Oren menghimpun kaum Indian. Populasi mereka kian menyusut, tetapi semangat persatuannya tetap tinggi. Mereka bertanya tentang pola kehidupan kaum Indian. Wisatawan ingin tahu lebih banyak mengenai tradisi komunitas Onondaga. Oren, lelaki yang kini berusia 69 tahun ini,menjawab dengan antusias.
Seusai pertemuan dengan wisatawan, Oren lantas berpikir. Benar yang dikatakan wisatawan. Populasi kaum Indian merosot tajam, katanya. Pekerjaan Oren pun bertambah satu.Dia mengusahakan pelestarian lingkungan, begitu pula dengan kebudayaan Indian. Dia lantas bekerja sama dengan anakanak muda Indian. Mereka memberikan pengenalan kebudayaan kepada anak-anak Indian di New York dan sekitarnya.
Lebih dari satu dekade Oren berkarya dalam bidang pelestarian lingkungan dan kebudayaan Indian. Bertahun-tahun Oren yang dibantu aktivis memperjuangkan hak-hak tanah kaum Indian. Pada 1977,Oren dan kawan-kawan mendirikan organisasi Lingkaran Tradisional Indian Tua dan Muda di Montana, AS. Sejumlah antropolog mengaku senang dengan kehadiran organisasi ini.
Mereka memuji semangat komunitas Indian. Oren dianggap sebagai salah satu sosok penting dalam sejarah perkembangan Indian Onondaga. Empat tahun kemudian, Oren kembali beraksi. Bersama dua teman, Stephen Gaskin dan istri, Oren terbang ke Selandia Baru. Mereka bertemu dengan beberapa aktivis yang giat mempertahankan hak tanah suku Maori. Seperti suku Indian, perjuangan suku Maori pun sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Terhitung sejak 1840, suku asli negeri kiwi ini terus memprotes Perjanjian Waitangi.
Mereka ingin mengelola tanah mereka lagi sehingga hasilnya bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Sepak terjang Oren didengar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada 1982, PBB menunjuk Oren sebagai utusan khusus Indian dalam beberapa pertemuan yang diprakarsai Komisi Hak Asasi Manusia PBB. Aktivitas ini masih dilakukan Oren sampai sekarang. Pada tahun yang sama, Oren ikut mendirikan Kelompok Kerja Suku Pribumi Sedunia.Kendati sibuk,Oren tetap menyisakan waktu untuk kegiatan yang lain. Lebih dari 14 tahun Oren menjabat sebagai komite eksekutif untuk Forum Spiritual Global.
Dia juga tetap menjalankan tanggung jawab dalam organisasi Lingkaran Tradisional Indian Tua dan Muda. Kini Oren mulai menua.Dia mesti mengurangi beberapa aktivitas demi kesehatan yang baik.Walau tidak pernah mendapat gelar resmi, dia dianggap sebagai salah satu pemikir terbaik Indian. Bayangkan, dia selalu punya waktu untuk menangani persoalan yang berbeda latar belakang dan tujuan akhirnya.
Menurut Leak bahwa Oren seperti rumah dengan beberapa ruangan. Satu ruang untuk kegiatan pelestarian lingkungan, ruang lain disisakan untuk pelestarian kebudayaan Indian dan perjuangan hak tanah Indian. Satu kuncinya, semua dilakukan dengan perasaan senang. Jika kita senang,orang-orang di sekitar ikut senang. Oren menyebut kondisi ini sebagai bentuk penularan yang efektif. Ketika semua anggota memiliki perasaan dan motivasi yang sama, maka tujuan lebih mudah diraih.

0 komentar:
Posting Komentar